tentang hari ini
tentang kamu
tentang mimpi yang jauh
tentang siklus hati
yang turun naik
drastis
Jumat, 07 Oktober 2011
Sabtu, 17 September 2011
Mau ya?
Hai...
Apa kabar lelaki?
Aku menulis postingan ini ketika menunggu kapal kayu antar pulau yang sedang membongkar muatannya, kemudian memuat kembali hasil bumi yang akan dibawanya. Maka waktu satu jam menunggu kubunuh dengan membaca buku di teras belakang kantin dermaga, dengan pemandangan khas pelabuhan ; hilir mudik buruh angkat, laut yang sedikit berombak, angin sepoi-sepoi dan alunan daun kelapa sepanjang pesisir.
Bacaanku terhenti ketika seorang anak menangis. Ia terjatuh ketika berlarian di kantin dermaga. Segera ayahnya mengejar, dan sang bunda mencarikan minum untuk si bocah lincah. Hm... keluarga kecil yang punya aktivitas yang sama denganku, menunggu kapal antar pulau berangkat.
Berbagai cara dilakukan si ayah agar balita itu berhenti menangis. Dan Ia berhasil. Maka beberapa menit kemudian si bocah mulai tertawa berceloteh ria tentang kepalanya yang sakit bekas terbentur ubin.
Melihat pemandangan itu, aku menutup bukuku, menulis postingan ini, karena tiba-tiba aku teringat kamu. Kamu yang suka dengan anak kecil, yang menggendong mereka dengan mata berbinar, dan selalu berhasil masuk ke dunia mereka, dunia kanak-kanak yang polos.
Lelaki, mau ya jadi ayah anak-anakku kelak?
*pic from dudemeetsdad.com
Apa kabar lelaki?
Aku menulis postingan ini ketika menunggu kapal kayu antar pulau yang sedang membongkar muatannya, kemudian memuat kembali hasil bumi yang akan dibawanya. Maka waktu satu jam menunggu kubunuh dengan membaca buku di teras belakang kantin dermaga, dengan pemandangan khas pelabuhan ; hilir mudik buruh angkat, laut yang sedikit berombak, angin sepoi-sepoi dan alunan daun kelapa sepanjang pesisir.
Bacaanku terhenti ketika seorang anak menangis. Ia terjatuh ketika berlarian di kantin dermaga. Segera ayahnya mengejar, dan sang bunda mencarikan minum untuk si bocah lincah. Hm... keluarga kecil yang punya aktivitas yang sama denganku, menunggu kapal antar pulau berangkat.
Berbagai cara dilakukan si ayah agar balita itu berhenti menangis. Dan Ia berhasil. Maka beberapa menit kemudian si bocah mulai tertawa berceloteh ria tentang kepalanya yang sakit bekas terbentur ubin.
Melihat pemandangan itu, aku menutup bukuku, menulis postingan ini, karena tiba-tiba aku teringat kamu. Kamu yang suka dengan anak kecil, yang menggendong mereka dengan mata berbinar, dan selalu berhasil masuk ke dunia mereka, dunia kanak-kanak yang polos.
Lelaki, mau ya jadi ayah anak-anakku kelak?
*pic from dudemeetsdad.com
Jumat, 22 Juli 2011
Kelak (3)
Kelak,
akan kuluruhkan segala lelah ini di bahumu!
Maka kumohon, lelaki,
usaplah semua peluh, simaklah segala keluh!
*pic from bigstockphoto
Senin, 30 Mei 2011
Tentang Dia
Tentang dia adalah sosok yang menyamankan
hadirnya memberi warna
ketidak-adaannya menyisa rindu
ia tak pernah kehabisan cara membuat dunia tersenyum.
Dia yang tertawa, bicara, hingga bekerja dengan mata yang berbinar
Ia yang begitu antusias membicarakan ide, rencana, mimpi bahkan pendapatnya akan segala
mampu membuat saya betah berlama-lama menyimaknya
Bersamanya, saya tak kenal kata bosan
Dia bisa menjawab segala tanya, memberi pertimbangan bijak, membantu memutuskan tanpa mendikte.
Ia tak pernah keberatan mendengarkan kembali cerita yang sama yang bahkan telah saya kisahkan belasan kali.
Dia mampu menepis keinginan saya untuk menang sendiri, membendung ambisi saya yang kadang terlalu. Motivator yang tak nyinyir, pelit pujian tetapi selalu tulus dalam berkata, tak romantis tapi selalu ada...
Semesta, saya jatuh cinta padanya!
Doakan saya ya!
hadirnya memberi warna
ketidak-adaannya menyisa rindu
ia tak pernah kehabisan cara membuat dunia tersenyum.
Dia yang tertawa, bicara, hingga bekerja dengan mata yang berbinar
Ia yang begitu antusias membicarakan ide, rencana, mimpi bahkan pendapatnya akan segala
mampu membuat saya betah berlama-lama menyimaknya
Bersamanya, saya tak kenal kata bosan
Dia bisa menjawab segala tanya, memberi pertimbangan bijak, membantu memutuskan tanpa mendikte.
Ia tak pernah keberatan mendengarkan kembali cerita yang sama yang bahkan telah saya kisahkan belasan kali.
Dia mampu menepis keinginan saya untuk menang sendiri, membendung ambisi saya yang kadang terlalu. Motivator yang tak nyinyir, pelit pujian tetapi selalu tulus dalam berkata, tak romantis tapi selalu ada...
Semesta, saya jatuh cinta padanya!
Doakan saya ya!
Kamis, 07 April 2011
Jumat, 18 Maret 2011
Kepada Hujan (satu)
Hujan,
pada rintikmu ku titip cerita ;
Aku sedang jatuh cinta
Pada dia yang menyimpan ketenangan palung laut
di matanya...
pada rintikmu ku titip cerita ;
Aku sedang jatuh cinta
Pada dia yang menyimpan ketenangan palung laut
di matanya...
Minggu, 13 Maret 2011
Merenungkanmu kini
Tak pernah cukup kata, Lelaki,
tak pernah cukup kata yang kupunya, untuk gambarkan rasa.
Detik ini, yang kupunya hanya doa,
yang takkan kubiarkan mengendap seperti segala imaji,
yang kubangun hari ke hari.
Langganan:
Postingan (Atom)


