Minggu, 03 Februari 2013

Titik dua tutup kurung


Aku mengirimimu pesan berisi puisi
romantis...
aku yakin ketika membacanya kau tersipu

dan kau membalasnya dengan :)

seperti bisa, kau hanya tersenyum

kau tahu tidak, selalu ada kupu-kupu terbang di perutku ketika disenyumimu
bahkan dalam bentuk titik dua tutup kurung itu

Published with Blogger-droid v2.0.10

Minggu, 27 Januari 2013

27 Januari 2010

Pengen makan Indomie rebus pedes plus Cappuchino hangat di pantai denganmu 
Kita ngobrolin remeh temeh dunia, sambil sesekali kucuri pandang matamu!

Senin, 26 Desember 2011

Kepada : Sang Masa Depan

Kau yang namanya kuselipkan di sudut doa, datanglah!
Aku mengajakmu menghitung lembaran mimpi yang tertungkup dalam asa tak pasti
Seperti dulu kita pernah menghitung detak nadi, menjumlahkannya dengan rinai kabut pantai subuh hari.


Kita tak pernah berkubang dalam imaji
Bagimu, segala yang ada di hadapan itulah kenyataan. Hari ini dan hadapi!
Bagiku, masa lalu, kini dan esok adalah jalinan yang menguatkan!
Kau mengajarkan realitas, aku memupuknya dalam impian tak berbatas
Maka kita adalah orang-orang yang berkelindan dalam pelangi hari
Kau dan aku dalam warna warni
Kelak, akan kusandarkan padamu segalanya!


Sang Masa Depan, mari bertemu!

Jumat, 25 November 2011

Tersipu







Kau yang tak pandai merayu ;
Sudah, diam saja!
Tak perlu repot merangkai kata.


Disenyumimu saja sudah membuatku tersipu!






*pic from baltyra.com

Jumat, 11 November 2011

Gombal #2 (edisi tanggal cantik)



Dia : Neng, tanggal cantik mana lagi ya yang bagus untuk tanggal nikahan?
Saya : Buat neng, tanggal berapa aja cantik kok bang. Asal nikahnya sama abang!


:P

Jumat, 07 Oktober 2011

Tentang

tentang hari ini
tentang kamu
tentang mimpi yang jauh

tentang siklus hati
yang turun naik
drastis

Sabtu, 17 September 2011

Mau ya?

Hai...
Apa kabar lelaki?


Aku menulis postingan ini ketika menunggu kapal kayu antar pulau yang sedang membongkar muatannya, kemudian memuat kembali hasil bumi yang akan dibawanya. Maka waktu satu jam menunggu kubunuh dengan membaca buku di teras belakang kantin dermaga, dengan pemandangan khas pelabuhan ; hilir mudik buruh angkat, laut yang sedikit berombak, angin sepoi-sepoi dan alunan daun kelapa sepanjang pesisir.


Bacaanku terhenti ketika seorang anak menangis. Ia terjatuh ketika berlarian di kantin dermaga. Segera ayahnya mengejar, dan sang bunda mencarikan minum untuk si bocah lincah. Hm... keluarga kecil yang punya aktivitas yang sama denganku, menunggu kapal antar pulau berangkat. 


Berbagai cara dilakukan si ayah agar balita itu berhenti menangis. Dan Ia berhasil. Maka beberapa menit kemudian si bocah mulai tertawa berceloteh ria tentang kepalanya yang sakit bekas terbentur ubin. 


Melihat pemandangan itu, aku menutup bukuku, menulis postingan ini, karena tiba-tiba aku teringat kamu. Kamu yang suka dengan anak kecil, yang menggendong mereka dengan mata berbinar, dan selalu berhasil masuk ke dunia mereka, dunia kanak-kanak yang polos.


Lelaki, mau ya jadi ayah anak-anakku kelak?




*pic from dudemeetsdad.com